Menyangrai Kopi dengan Mesin Popcorn

Pada tulisan sebelumnya, Ngeroasting Yuk: Memberdayakan Hot Air Popcorn Popper, kami memaparkan bagaimana upaya menyangrai kopi bisa dilakukan di rumah dengan biaya yang benar-benar rendah dalam konteks mesin sangrai rumahan. Itu bisa dilakukan karena atau dengan mesin popcorn berbasis hot air. Kami membeli mesin popcorn berdesain klasik untuk penggunaan rumahan dengan harga Rp 228.000. Dengan biaya sebesar itu, kami sudah bisa menyangrai kopi di rumah. Nah, pada tulisan kali ini kami akan mengangkat pengalaman kami dalam menyangrai kopi dengan menggunakan mesin tersebut lebih teperinci.

Persiapan Kebutuhan

Tentu saja Anda harus memiliki (atau juga meminjam) mesin popcorn berbasis kerja hot air. Lalu, mangkuk agak besar untuk menampung sekam, sendok kayu untuk mencungkil biji kopi tersangrai per 30 detik untuk keperluan memantau perubahan biji kopi agar bisa menentukan kapan Anda bisa menghentikan proses sangrai, saringan untuk melakukan pendinginan biji kopi tersangrai. Untuk mesin popcorn yang hasilnya memuaskan harus hot air.

Cara Penggunaan

  • Pengubahan-tujuan mesin popcorn untuk penggunaan penyangraian kopi dari segi kerja tidak jauh berbeda. Bahan baku yang awalnya adalah jagung Anda ganti sekarang dengan beras kopi atau green beans.
  • Untuk tempat menyangrai, Anda dianjurkan memilih di tempat yang memiliki saluran udara yang bagus agar asap yang keluar selama proses penyangraian tidak menganggu. Dan, dari segi pencahayaan diusahakan jika memungkinkan terang agar Anda bisa mengamati secara visual transformasi biji kopi lebih baik.
  • Untuk kapasitas beras kopi atau per batch per sangrai itu bergantung kepada mesin yang Anda gunakan. Biasanya pembelian mesin popcorn disertakan sendok takaran. Jadi, Anda tinggal menyesuaikan sendok takaran tersebut. Mesin yang kami gunakan bertakaran 40 sampai 60 gr/batch.
  • Agar ruangan Anda tidak dikotori sekam, silakan tempatkan mangkuk di bawah saluran keluar “jagung meletus” sehingga sekam yang keluar atau beterbangan bisa tertampung di mangkuk.
  • Untuk memulai penyangraian, Anda bisa dengan dua cara: Pertama, Anda bisa memasukkan beras kopi terlebih dahulu ke dalam chute atau cerobong atau bejana. Lalu, mulai menyalakan mesin. Atau, kedua, Anda bisa menyalakan mesin terlebih dahulu selama 1 atau 2 menit untuk mendapatkan suhu tertentu yang Anda inginkan ketika beras kopi disangrai.
  • Kadang, ketika Anda memulai proses sangrai, beras kopi tidak berputar di chute. Jika Anda mengalami hal itu, segera aduk beras kopi agar berputar. Jika masih tersedak, berarti beras kopi yang Anda gunakan terlalu banyak. Untuk mengatasinya Anda bisa mengeluarkan sebagian beras kopi agar bisa berputar. Putaran ini jangan terlalu cepat. Jika cepat, berarti beras kopi Anda terlalu sedikit. Dianjurkan putarannya lambat. Nanti, beras kopi akan berputar cepat seiring beras kopi mengalami penyusutan massa.
  • Ketika Anda sudah mulai menyalakan mesin, hal yang perlu Anda perhatikan dengan saksama adalah transformasi visual dari permukaan kulit kopi dan kepekaan indra penciuman Anda. Pengamatan visual ini dapat membantu Anda untuk mengetahui apakah proses transformasi terlalu cepat atau terlalu lambat. Selain itu, pengamatan ini sangat membantu Anda untuk memutuskan sampai mana Anda harus menghentikan proses sangrai jika suara mesin bekerja membuat Anda tidak menangkap dengan baik suara krak/letupan pertama (first crack). Tapi, secara umum, krak pertama masih bisa didengar mengingat agak kencang. Berbeda halnya dengan krak kedua. Jika Anda menginginkan proses sangrai sampai krak kedua, pendengaran Anda harus dilatih sebaik mungkin untuk menangkap suara tersebut.
  • Biasanya krak pertama sudah terjadi pada menit ketiga. Pada durasi ini, Anda sudah bisa menghentikan proses sangrai jika Anda menginginkannya, meski biji kopi belum berkembang secara paripurna. Ketika masuk pada durasi empat menit, Anda sudah masuk ke tahap light roast. Menit kelima Anda sampai di tahap medium. Untuk tingkat dark roast, biasanya terjadi di atas 6 atau 7 menit.
  • Akan sangat membantu sekali jika Anda juga memerhatikan faktor keharuman yang muncul selama proses sangrai. Biasanya, ketika biji kopi bertransformasi ke warna kekuningan, keharuman yang muncul itu seperti rerumputan. Ini terjadi di menit pertama atau kedua. Ketika masuk ke krak pertama, Anda akan menangkap keharuman sukrosa terpanaskan atau aroma manis, dan seterusnya.
  • Sebelum Anda menghentikan proses, dianjurkan untuk tidak mengabaikan bahwa ketika Anda mengluarkan biji kopi dari bejana mesin, biji kopi yang masih dalam keadaan panas itu tetap berproses transformasi. Dengan demikian, jika Anda memilih waktu 5 menit, perlu menghitung transformasi lanjutan pada proses pendinginan.
  • Setelah Anda menghentikan proses sangrai, segera tuang biji kopi tersangrai ke dalam saringan yang sudah disiapkan. Proses ini bisa Anda lakukan dengan cara mengaduk-ngaduk biji kopi atau bisa juga mengarahkan kipas angin ke biji sembari Anda mengaduk agar merata pendinginannya. Pendinginan ini bisa dibilang rampung ketika Anda menyentuh biji kopi tidak terasa panas.
  • Setelah selesai pendinginan, Anda bisa menyimpan biji kopi tersangrai itu ke dalam wadah kedap udara. Simpan dengan baik, terhindar dari jangkauan sinar matahari langsung dan kelembaban. Setelah Anda menyimpan kopi lebih dari 12 jam, atau 2 atau 3 hari pascasangrai, Anda sudah bisa menikmati kopi segar sekarang. Rasakan aroma kesegaran kopi tersangrai begitu Anda membuka wadah kedap udara tersebut setelah disimpan beberapa waktu.

Upaya Lebih

Jika Anda benar-benar tertarik untuk menekuni penyangraian, Anda bisa melakukan pencatatan transformasi pada waktu-waktu tertentu. Selain itu, pencatatan itu juga bisa digunakan untuk perbandingan berbagai kopi yang Anda sangrai. Hal ini akan memberikan tambahan kemampuan bagi Anda untuk memahami setiap biji kopi dengan spesifikasinya tersendiri (kadar air, dll) dan proses pascapanennya. Misalnya, waktu penyangraian kopi dry process dengan pulp natural berbeda. Jika Anda menyangrai dry process untuk sampai ke tingkat medium membutuhkan waktu 5 menit, itu belum tentu bisa sama dengan kopi dengan proses pulp natural atau full washed. Jika Anda menemukan pemasok green beans yang informatif, dalam artian mampu memberikan keterangan seperti kadar air, ketinggian, kawasan, varietas, proses, dan hal terkait lainnya, pencatatan perbandingan akan mengayakan informasi dan kemampuan roasting Anda, tentu dalam skala tersendiri, dalam artian tingkat rumahan.

Akhirul Kalam

Betapapun, menyangrai kopi dengan mesin popcorn terbilang mudah dan hasilnya cukup terbilang berkualitas baik. Selain itu, dari segi biaya cukup terjangkau. Dan, tentu saja Anda bisa menikmati kopi tersegar setiap harinya. Dan, Anda bisa bermain-main dengan karakter kopi yang Anda inginkan. Karena, biar bagaimanapun juga, selera kopi Anda hanya Anda yang mengetahui. Dengan menyangrai kopi sendiri, Anda bisa menemukan jalan-kopi Anda sendiri.

Selamat menyangrai kopi di rumah, teman![]

10 thoughts on “Menyangrai Kopi dengan Mesin Popcorn

  1. Rata-rata roastingnya dibawah 7 menit ya, apa hasilnya tidak teralu keras atau terlalu rapuh?
    Saya penasaran ingin mencoba juga…terimakasih telah memberi kami banyak informasi philocoffeeproject…

    Iya, rata-rata di bawah 7 menit. Selamat mencoba, Pak Alfadrian🙂

    Like

  2. Wow keren🙂. nice share nih..
    kapan kapan coba ah🙂.
    Sekalian nanya yah, apakah bisa jika sudah meroasting selama 4 menit, kemudian mesin di stop, dan lalu ternyata kita pengin yang medium/dark jadi kita roasting lagi degan tambahan waktu sekitar 2 – 3 menit?

    Like

  3. Halo.. kenapa ya hasil sangrai hot air cenderung lebih getir dibanding menggunakan panci teflon (dengan profil warna yang sama)? saya sudah coba cari-cari di google, satu-satunya penjelasan yang saya temui katanya karena kematangan biji bagian dalam belum sempurna karena roasting terlalu cepat.. saya coba roasting dg suhu rendah (dg cara menurunkan voltase) memang agak mendingan, namun tetap saja kalah dengan hasil panci teflon..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s