Anomali Coffee, Kemang

“Selamat malam,” suara hangat barista menyapa ke arah dua orang sosok, laki dan perempuan, yang baru saja masuk ke dalam kafe sembari melirik bilik kaca yang berisi mesin sangrai kopi yang besar. Tak lama setelah membalas sapaan dan bertanya-tanya, si perempuan memesan cappucino. Di hadapan perempuan itu terdapat syphon dan french press, serta pour over station yang ditenggeri dripper, dan dua keranjang kayu yang berisi biji kopi. Sementara itu, si lelaki sibuk mencari bungkusan biji kopi di keranjang. Setelah menemukan bungkusan biji kopi yang dicari, Bali-Kintamani, lelaki itu memilih bonus minuman kopi racikan a la kafe tersebut, yaitu Black Pearl. Setelah order terjadi, dengan cekatan satu barista melakukan proses pembuatan espresso, barista lain menyiapkan Black Pearl untuk disajikan dengan french press. Setelah selesai mengambil pesanan, dua orang itu naik ke atas, memilih ruang yang bisa merokok. Di balkon, terlihat tanda neon bertuliskan Anomali Coffee.

Kecuali Anomali Coffee di Urban Kitchen, kami beberapa kali mengunjungi kafe tersebut, baik yang di Senopati, Setia Budi, dan Kemang. Tapi, baru kunjungan terakhir kami di Kemang itulah yang disengajakan datang untuk meliput. Anomali Coffee merupakan gerai kopi lokal yang belakangan wara-wiri di media massa baik itu cetak dan elektronik. Pada 2011, mereka berhasil membuka dua cabang baru, di Plaza Indonesia dan Kemang. Menurut kabar, pada 2012 cabang di Bali segera menyusul beroperasi.

Dari empat gerai yang sudah beroperasi, hanya gerai di Senopati yang operasionalnya tidak bersistem “pesan & ambil”. Ketika kami datang ke Anomali Coffee Kemang, hanya kami berdua yang sedang memesan. Biasanya sistem “pesan & ambil” diterapkan sebagai dasar kerja lantaran lalu-lalang pelanggan tinggi.

Selama kunjungan kami beberapa kali itu, kami memerhatikan ada beberapa perubahan, salah satu yang menarik dari perubahan itu adalah sekarang pihak Anomali Coffee sudah tidak menulis salah satu kopi yang dijualnya dengan Toraja-Kalosi, melainkan Toraja. Selain itu, dari kemasan pun berubah, yang dulunya putih, sekarang dilapisi kertas berwarna coklat.

Dari segi tata ruang, Anomali Kemang tetap mempertahankan kesan gudangnya. Tapi, yang di Kemang ini, suasana gudang kopi lebih kentara di banding dengan dua tempat lainnya. Menurut pengakuan salah satu pemiliknya di suatu wawancara, kesan gudang yang ditampilkan melalui bangunan berdinding bata tanpa diplester itu diinspirasikan dari bangunan fisik di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia.

Dari segi menu minuman, selain menyodorkan menu standard, yaitu espresso based drinks, Anomali juga menghadirkan kopi single origin yang lengkap, mulai dari Gayo, Aceh, sampai Wamena, Papua. Selain single origin, juga ada kopi Luwak. Untuk single origin pelanggan bisa memesan dengan cara penyeduhan tubruk, plunger, dan pour over. Untuk house blend, Anomali memiliki Black Pearl yang menurut baristanya merupakan racikan kopi dari Mandailing, Toraja, dan Bondowoso, Jawa.

Dari segi roasting profile, Anomali dikenal dengan full city dan city-nya. Ketika banyak kafe yang menyangrai biji kopinya sampai pada tahap dark roast, Anomali memilih lain. Kami diberitahu oleh barista Anomali bahwa gerai yang di Kemang ini tidak sekadar kafe, melainkan juga kantor dan pusat produksi, dalam hal ini roasting.

Baru-baru ini Anomali memboyong mesin espresso baru, Synesso Hydra. Kedatangan kami ke Kemang pada awalnya lantaran Synesso itu. Sayangnya, mesin espresso yang harganya tembus sampai 9 digit itu belum bisa digunakan untuk menyajikan espresso buat pelanggan. Itu juga mengapa kami akhirnya memesan cappuccino dan kopi hitam biasa, alih-alih espresso. Synesso Hydra yang mereka boyong itu ternyata untuk digunakan di gerai Bali pada 2012 nanti.

Salah satu hal mencolok dari Anomali adalah tagline-nya: Kopi Asli Indonesia. Meski sudah ada banyak gerai kopi yang menawarkan kopi lokal, Anomali Coffee tidak hanya berhenti di situ, ia juga mengajukan diskursus tersendiri soal identitas perkopian. Jika masyarakat urban di Jakarta mulai aware akan keunggulan kopi Indonesia, itu tak bisa dipungkiri bahwa Anomali Coffee ikut berperan di dalamnya, paling tidak dalam konteks populis.

Sebelum pulang, kami memesan kopi Kintamani, Bali. Kami meminta untuk disajikan dengan metode penyeduhan pour over. Kopi kami dibuatkan oleh salah satu senior barista Anomali, yaitu Bpk. Sogi. Selama menyajikan kopi, Bapak Sogi berbagi cerita mengenai kopi kepada kami. Sungguh menyenangkan ketika dibuatkan kopi oleh seorang barista yang mampu bercerita mengenai kopi sesuai yang dikuasainya.[]

12 thoughts on “Anomali Coffee, Kemang

  1. eh ada mas koko coin coffee….😀

    btw philocoffee itu yg ngurus mbak hanna to? fb nya jg?
    salam kenal ya mbak..🙂

    Salam kenal juga Pak Julian Dani.
    Iya, Philocoffee didirikan oleh Mbak Hanna. Untuk pengurus hariannya adalah Dian.
    Jadi, Philocoffee Project dikerjakan oleh dua orang sejauh ini. Satu di Bandung, satu di Jakarta. Soal FB, bergantian Pak yang mengurus. Kadang Mbak Hanna, kadang Dian😀

    Like

  2. salam kenal jg mba rengganis…sukses terus ya.saya pingin banyak belajar kopi nich..makalahnya enak dibaca…

    Salam kenal juga Mbak🙂

    Like

  3. salam kopi…
    sedih baca artikel ini ga ada kopi single origin dari Enrekang yg dikenal luas denagan nama Kopi Kalosi, padahal kopi dari Enrekang khususnya dari daerah BoneBone pernah meraih Juara 1 Indonesian Coffee Specialty Thn 2008. Bagi teman penikmat kopi yang mau mencicipi kopi arabica “Kalosi Bonebone” bisa hub saya karurung34@gmail.com

    Like

    • Dear Pak Joe,

      Kami sudah mengulas soal perbedaan kopi Toraja dan Kalosi. Selain itu, kami menulis laporan panjang soal perkembangan kopi di Benteng Alla Utara sebanyak 3 tulisan. Semoga apa yang kami tulis juga bisa membantu memperkenalkan kopi Enrekang di khalayak.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s