mypressi TWIST: Si Kecebong yang Membuat Espresso

Ancang-Ancang

Bagi yang sama sekali belum mengetahui mypressi TWIST dan melihat bentuk fisiknya, begitu melihatnya akan kecele bahwa alat seperti kecebong ini khusus diperuntukkan membuat espresso. Dengan warna didominasi hitam dan sedikit perak, mypressi TWIST lebih mirip senjata mutakhir dalam film James Bond, jika tidak elok menyebutnya sebagai kecebong yang membuat espresso. Bagi yang sedang mencari alat pembuat espresso dengan harga Rp 1.500.000 dengan hasil yang bisa diadu dengan mesin espresso di bawah 10 juta seperti Rancilio Silvia bisa melirik kecebong ini. Bagi yang sedang berikhtiar menekuni barista rumahan (home barista), kecebong ini bisa menjadi jawaban yang cukup memuaskan. Tidak heran jika kemampuan mypressi TWIST menyabet penghargaan Best New Product dari Specialty Coffee Association of America (SCAA) pada 2009.

Espresso merupakan minuman yang alat pembuatnya dibandrol dengan harga yang cukup tinggi sehingga secara umum tidak semua orang mampu menjangkaunya. Karena alasan keterjangkauan tersebut banyak pembuat dan perancang alat penghasil espresso melempar produk yang mampu diserap oleh kalangan rumah tangga, tidak hanya terfokus pada kalangan industri dan komersial. Dari ikhtiar tersebutlah alat penghasil espresso juga dibabak menjadi home dan commercial. Belakangan, beberapa produsen alat pembuat espresso meluncurkan mesin portabel yang terbilang lebih mampu diserap oleh kalangan rumah tangga dibanding dengan mesin espresso standard kelas home. Nah, mypressi TWIST merupakan salah satu alat espresso portabel yang cukup banyak menyedot perhatian para pecinta espresso, paling tidak di Amerika Serikat.

Salah satu pesona espresso yang begitu menyihir perhatian orang tidak hanya terletak pada karakter hasilnya yang khas, melainkan juga pada kemampuannya menjadi bahan dasar berbagai minuman, sebut saja, untuk tidak menyebut semua, cappuccino, coffee latte, dan caffe mocha. Setiap metode penyeduhan kopi tentu menghasilkan karakter yang khas. Sampai sini, barangkali bagi sebagian orang espresso terbilang standard. Tapi, agak sulit untuk menggeser kecantikan espresso sebagai bahan dasar cappuccino, coffee latte, dan caffe mocha. Itulah mengapa dalam dunia kopi dikenal espresso based drinks. Sampai sekarang, misalnya, moka pot based drinks belum diterima sebagai standard dalan industri dunia minuman kopi untuk menggantikan bahan dasar espresso pada minuman kopi. Sejak pendapatan terbesar dari sebuah kafe datang dari espresso based drinks, paling tidak secara umum, tidak heran espresso lebih banyak dibincangkan dibandingkan dengan minuman atau metode penyeduhan kopi lainnya, entah ia sebagai kata kunci, masalah, pusat perhatian, kursus, pengembangan, dll..

Kehadiran mypressi TWIST di blantika kopi juga tidak lepas dari konteks semacam itu, meski penggunaannya tidak difokuskan pada kegiatan komersial. Dengan harga produk di bawah 2 juta rupiah, dan memiliki permasalahan standard seperti yang ada di mesin espresso pada umumnya, kemudahan penggunaannya, desain futuristik, serta penyematan sebagai produk terbaik terbaik dari SCAA dalam kelasnya, mypressi TWIST tak ayal menggoda iman kopi seseorang, tidak terkecuali kami. Dan, ya, alat ini cukup menjanjikan ketika kami mencobanya.

Bagaimana sih kecebong ini membrojolkan espresso?

Seperti pada mesin espresso pada umumnya, mypressi TWIST berpatok pada tekanan 9 bar atau 135 psi. Tekanan tersebut dihasilkan dari N2O. Bisa dibilang tanpa N2O, mypressi sekadar kecebong belaka, meski tetap memesona ditaruh di dalam lemari pajangan. Secara umum, untuk membuat espresso melalui mypressi TWIST, Anda menggiling biji kopi, lalu menempatkan bubuk kopi hasil gilingan pada  keranjang penyaring (filter basket), lalu lekatkan bejana atas pada portafilter ring, kemudian tuangkan air panas pada bejana dan menutupnya, setelah itu, tekan pelatuk (trigger) untuk menghasilkan tekanan 9 bar dari N2O: ekstraksi pun terjadi. Rentang waktu ekstraksi sekitar 20 sampai 30 detik, bergantung selera. Dan, jangan lupakan peranan grinder. Espresso itu, terlepas dihasilkan dari mypressi atau mesin espresso standard, sangat bergantung dengan ukuran gilingan bubuk kopi. Untuk mendapatkan ukuran bubuk kopi tergiling yang pas tentu saja dibutuhkan grinder yang memadai.

Bagaimana hasil espresso dari kecebong ini?

Sejauh ini, buat kami tidak mengecewakan. Ditambah dengan pengalaman kami berkeliling beberapa kedai kopi ternama di Jakarta dan Bandung untuk menikmati espresso, hasil dari mypressi TWIST pada titik tertentu lebih nikmat. Tentu saja segera kami sebutkan di sini bahwa bukan berarti hasil espresso mypressi TWIST itu paripurna dibanding dengan racikan espresso di berbagai kedai kopi yang pernah kami kunjungi. Yang kami maksudkan adalah bahwa membuat espresso, sebagaimana metode penyeduhan kopi yang lain, membutuhkan ketelatenan dan keterampilan yang kadang sulit diraih secara konsisten jika seorang barista bekerja berjam-jam dalam membuat puluhan atau ratusan cangkir per hari. Hasil dari mypressi TWIST bagi kami cukup menghibur dalam konteks seperti itu. Tapi, jika Anda menggemari cappuccino dan coffe latte, kecebong ini jauh dari memadai mengingat ia tidak memiliki steam wand, selain milk frother seperti french press yang dijual terpisah yang hasil pembusaan susunya tidak optimum. Jadi, lupakan mypressi TWIST jika Anda ingin mendapatkan cappuccino dan coffee latte yang mendekati paripurna.

Adakah kekurangan dari kecebong ini?

Ada, tentu saja. Pertama, temperatur air bergantung dari pengguna. Kedua, meski pabrik mypressi mengklaim bejana atas sudah dirancang sedemikian rupa untuk menjaga kestabilan suhu air ketika proses ekstraksi, tetap saja dibutuhkan prapemanasan bejana atas lebih dari sekali untuk mendapatkan hasil yang bagus. Dan soal pemanasan ini, seperti yang terjadi pada mesin espresso portabel lainnya, misalnya Presso, perlu ada perhatian tersendiri untuk memanaskan/menghangatkan komponen. Ketiga, agak susah mencari N2O di pasaran, terutama bagi penikmat espresso di wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang agak sulit mencari jasa pengiriman untuk mengirimkan cartridge N2O ke dua pulau tersebut. Keempat, di bejana atas untuk menampung air panas yang dibutuhkan tidak diberi tanda pemakaian air yang direkomendasikan, meski itu bisa dilakukan dengan cara menimbang air yang diperkirakan dibutuhkan dengan timbangan, sehingga perlu uji coba berkali-kali untuk mendapatkan penggunaan air yang pas. Kelima, alatnya lumayan berat sehingga kadang posisinya tidak persis horizontal. Jika membuat double shot, besar kemungkinan demitasse yang 1 dengan yang lain berbeda kuantitas hasilnya. Jika spout dicopot sehingga menjadi telanjang (naked portafilter), kadang, lantaran tidak lurus memegangnya, kucuran ekstraksi tidak di tengah meski leveling dan tamping sudah rata.

Betapapun, kekurangan tersebut tetap tidak menjadikan alat ini menjadi tidak seksi. Jika kita mampu mengatasi hal tersebut, hasil espresso dari mypressi TWIST tetap menggoda dan mampu diadu dengan mesin espresso standard rumahan (home machine).

Bagaimana dengan nilai lebih alat ini?

Pertama, harganya murah untuk alat yang sangat bagus dalam menghasilkan espresso tingkat rumahan. Kedua, crema yang dihasilkan dari kecebong ini sangat tebal. Ketiga, permasalahan dasar yang ada di mesin espresso baik itu kelas rumah atau komersial juga bisa ditemukan di mypressi TWIST. Misalnya, dosing, leveling, tamping, suhu air, waktu ekstraksi, grind size, dll. Dengan begitu, jika berminat untuk menjadi seorang barista espresso atau mau belajar membuat espresso, tapi terbentur dengan biaya, bisa mengawali pembelajarannya dari alat ini. Keempat, desainnya menggoda, seperti kecebong. Kelima, portabel. Tidak membutuhkan listrik yang mengonsumsi ribuat watt. Keenam, dimensi alat kecil sehingga bisa ditaruh di tas jika dalam bepergian jalur darat tidak mau kehilangan momen membuat espresso hasil racikan sendiri. Jika ditaruh di dapur yang kecil, mypressi TWIST tidak banyak memakan tempat. Ketujuh, zero maintenance. Kedelapan, bisa juga dijadikan alat bela diri jika sedang ditodong orang😀

Apakah si kecebong ini bisa diajak bekerja secara komersial?

Hmm, bagi kami ia tidak bisa. mypressi TWIST adalah alat rumahan. Jika Anda memaksakan alat ini untuk menjadi ruh kedai kopi Anda (sekali lagi, kafe adalah kedai kopi), maka kinerja kedai kopi Anda akan tidak efektif dan efisien. Selain itu, jika perilaku konsumen Anda adalah penggemar espresso based drinks, mypressi TWIST tidak memiliki alat pendukung untuk menghasilkan micro-foam pada susu. Selain itu, karena espresso itu perlu pengaturan setiap hari, maka espresso yang dianggap sebagai pengetesan untuk siap bekerja pada setiap hari akan membuang biaya tak sedikit, dalam hal ini pemborosan pada N2O. Singkat kata, alat ini tidak direkomendasikan untuk bekerja sebagai ruh penggerak roda ekonomi kedai kopi Anda. Paling banter, mypressi TWIST bisa dijadikan alat untuk menambah pundi uang Anda jika ia digunakan sekadar pekengkap, dalam hal ini sekadar untuk menyediakan kepada konsumen yang penasaran dengan kerja alat ini. Tapi, jika Anda tetap penasaran untuk menjadikan kecebong ini sebagai ruh kedai kopi, Anda tetap bisa mencobanya jika mau.

Akhirul kalam

Berikut foto-foto dalam membuat espresso dengan menggunakan mypressi TWIST di dapur Philocoffee Project, Bandung.

17 thoughts on “mypressi TWIST: Si Kecebong yang Membuat Espresso

  1. mantap emang nih alat, sudah saya buktikan…. kecil” tp isa menghasilkan espresso sekelas alat” yg puluhan juta….. ga rugi buat dipakai sendiri…..!!!

    Like

  2. nunggu ulasan handpresso nih, lagi mempertimbangkan ini sama handpresso…mikir aja ini gas catridge nya jadi kendala kalo sering pergi2, belon lagi beli nya T.T

    Like

    • Halo,

      Mengenai Handpresso kami masih belum sempat menuliskannya. Tapi jika mau mendapatkan gambaran cepat versi kami, berikut:
      KEMAMPUAN
      Dari segi kemampuan kami lebih menjagokan mypressi TWIST dibanding dengan Handpresso.
      PRAKTIS
      Dari segi praktis, memang mypressi sangat merepotkan jika Anda sering bepergian dengan pesawat atau menyeduh espresso dengan gawai ini ketika berada di ketinggian 1000m dpl. Tapi, jika Anda bepergian dengan pesawat ke daerah-daerah yang menjual gas nitrogen, tentu tak terlalu masalah.
      Soal bepergian, Handpresso masih juara untuk hal ini. Jadi, jika Anda ingin hiburan segelas espresso selama perjalanan Anda, Handpresso bisa jadi rujukan. Jika ingin mencari espresso yang ekstraksinya lebih baik, kami merekomendasikan mypressi TWIST.
      Kalau ada uang lebih, tentu akan lebih baik jika memiliki keduanya🙂

      Like

  3. Pingback: Portable Espresso Coffee Maker: Handpresso, Presso, mypressi TWIST - Ceriwis - Indonesian Community

  4. kalau boleh tau tipe kopi yang di pakai di atas apa yah??
    saya sudah beli alatnya kmaren itu disini tetapi blom bisa menghasilkan extract yang bagus seperti di gambar atas…🙂

    Like

      • Terma Kasih atas jawabannya. satu lagi yang mau saya tanyakan..
        yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan crema yang tebal dan bagus seperti diatas dengan menggunakan my pressi TWIST ?

        Dear Pak Edwin,
        Untuk crema, yang diperhatikan kualitas kesegaran kopi dan roasting profilenya. Untuk kesegaran ini tidak berarti harus berusia 3 sampai 7 hari. Bisa saja 8 sampai 14 hari. Untuk profil sangrai, pengalaman kami biasanya profil yang digunakan jatuh pada skala medium dan dark. Dan, kopi digiling ketika hendak mengekstraksi.

        Adapun untuk mypressinya sendiri, dianjurkan bagian utama dari mypressi dipanaskan terlebih dahulu. Bagian utamanya adalah bejana air dan basket. Dua bagian itu akan membantu sekali jika ketika digunakan dalam keadaan panas/hangat. Dan, diasumsikan untuk teknis dosing, leveling, dan tampingnya sudah proporsional. Dan menggunakan penggiling kopi yang bagus untuk mendapatkan partikel kopi yang seragam dan konsisten.

        Like

  5. kualitas espresso yang dihasilkan dari mypressi twist dibandingkan presso mana yang lebih baik? soalnya kalau liat gambar di atas, kelihatannya hasil crema nya sangat bagus sedangkan harganya juga lebih terjangkau dibandingkan presso.

    Like

  6. Untuk konsumsi N2O nya kira2 berapa banyak ya?
    Ada yang tahu beli N2O dimana? maklum saya baru newbi untuk urusan seduh kopi. Biasanya langsung “tubruk” aja

    Like

  7. Crema-nya seksi sekali min. cocok banget buat budget anak kuliahan.

    Ketimbang nongki2 di ‘kedai kopi kekinian’, mending infestasi beli ini sekalian buat belajar bikin espresso enak (sambil-modus-main-ke-kafe-indonesia-madzhab-third-wave-coffee)

    Hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s