Kopi Luwak Malabar

“Pagi-pagi kami berikan telur ayam kampung, kemudian dikasih madu. Luwak binatang yang bersih, bukan makan dan buang hajat di mana-mana. Sorenya kami makan buah-buahan, pisang, pepaya, apel Malang, secara bergantian. Kalau hari ini dikasih telur, besoknya dikasih ayam kampung. Maaf ya, saya belum pernah ketemu luwak pergi kepasar beli ayam kampung. Jadi kita harus berkepriluwakan, luwak itu jangan dimanusiakan, tapi harus diluwakan”

(Suprianaduri, Petani Kopi Luwak Malabar)

Beberapa waktu lalu kami mendapatkan kiriman contoh Kopi Luwak Malabar. Awal mula kami tertarik dengan Kopi Luwak Malabar ketika membaca kesaksian Toni Wahid seperti yang kami kutip di atas bahwa ada penangkar Luwak yang memberikan Luwak peliharaannya dengan telur dan madu. Pada kesempatan lain, kolega kami di Jepang mulai terpikir soal Kopi Luwak dari Indonesia. Nah, pada akhirnya kami meminta contoh dari Kopi Luwak Malabar untuk kami jajal. Selain bertujuan untuk memberikan deskripsi Kopi Luwak Malabar ke kolega kami, sekalian juga untuk bahan tulisan di blog ini.

Contoh yang kami dapatkan sebanyak 10 gr, itu berarti untuk diseduh sekali. Begitu kami melihat profil sangraiannya coklat, kami putuskan untuk menyeduhnya dengan cara pour over. Kami pilih Hario Cafeor untuk mendapatkan minyak kopi yang baik dan menghindari rasa kertas yang sering muncul dalam metode pour over klasik. Waktu ekstraksi kami lakukan selama 3 menit, dan ukuran kopi tergiling adalah kasar. Teko yang kami gunakan Hario Buono mengingat lubang dan bentuk ceret Hario Buono berbeda dengan teko kami yang lain seperti Tiamo dan Fino.

Kopi Luwak Malabar ini lantaran sering diberikan asupan madu karakter kopi yang dihasilkannya pun sangat manis, madu sekali. Selain itu, kami mengindra rasa lemon. Yang jelas, selain madu, kaya dengan karakter bebuahan. Sampai sini, kami sudah senang dengan Kopi Luwak Malabar ini.

Betapapun, berikut paparan kami mengenai kopi ini:

Keharuman & Aroma: Madu, Jeruk, Coklat
Perisa: Bebuahan, Madu, Lemon, Manis
Tekstur: Light to medium
Kesepatan: Tinggi
Jejak Rasa: Panjang dan manis
Kemanisan: Fruktosa
Kesetimbangan: Baik
Note: Merupakan hal menarik untuk ditelaah secara santifik bagaimana korelasi dan kausalitas asupan Luwak dalam memengaruhi karakter kopi hasil fermenteasi Sang Luwak. Semoga ke depan kami bisa menulis soal ini.

5 thoughts on “Kopi Luwak Malabar

  1. Wah, kalo sekalian dengan mencoba kopi luwak liar, kemudian membandingkan cita rasa kopi luwak liar yang makan seadanya dengan kopi luwak tangkar yang asupannya bisa direkayasa, pasti akan lebih menarik lagi. Kapan ?

    Like

  2. Luwak yang di tangkar memiliki banyak sisi positif dari kualitas kopi yang di hasilkan..
    pertama, asupan makanan nya.
    Kopi Malabar mengaplikasikan treatment mutu pakan yang sangat menjaga kualiatas serta kebutuhan dari luak itu sendiri karena memang secara jelas nya, luwak adalah binatang liar.
    termasuk dalam hal budidaya tangkar Luwak Malabar itu sendiri…
    kedua, proses yang dilakukan..
    saat dalam penangkaran, kebersihan atas kopi luwak sangat terjamin.
    proses yang tepat membuat ouput kopi lebih baik.
    di tambah metode pencucian Double Washer dalan penangan khusus bebas najis yang dilakukan..
    selain poin tersebut, masi banyak lagi kelebihan luwak tangkar jika di banding liar..

    selamat mencoba..

    Like

  3. Kami tertarik dengan ulasan detail mengenai kopi luwak Malabar. Kami pun tergoda ingin mendapatkan ulasan dari anda mengenai cita rasa kopi luwak produksi kami. Jika tidak keberatan, mohon info bagaimana kami bisa mengirimkan sample kopi luwak kami ke anda.

    Terima kasih atas perhatiannya.

    Like

  4. Wah sampai sekarang masih jadi perdebatan bagi para narator mana yg lbh baik kualitasnya, baik aroma, rasa dsb antara kopi luwak liar ama kopi luwak tangkar ……… kayanya mesti ada penelitian science … ayo siapa yg mau mempelopori nih … mungkin para ‘stake holder’ kopi he.. he .. he…
    Tapi menurut logika (ini pendapat pribadi lho… ) kalo si luwak itu di “manusiakan” asupannya diatur porsinya, variasi makanan buah2an, daging2an, dikasi ‘food suplement’, kandangnya bersih…. mestinya kualitasnya lbh baik dong…… nih ibarat ayam negeri ama ayam kampoeng …. orang kota ama orang utan … ah jadi ngelantur ……

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s