Sejarah Kopi Sangat Singkat (Bagian I)

Dulu, kami lumayan rajin memperbarui status Facebook kami dengan catatan inti atau pointer mengenai sejarah kopi. Nah, karrena satu hal dan lain hal, kami tidak meneruskannya. Nah, sejak beberapa hari lalu kami mulai mendayagunakan fasilitas Catatan yang diberikan Facebook, kami terpikir untuk merangkum semua status Facebook kami yang terkait sejarah kopi agar lebih rapi dan mudah dibaca. Lantaran merupakan penggalan, boleh jadi satu status dengan status lain tidak saling terhubung. Oleh karena itu, rangkuman ini sebagai awalan. Kelak kami akan membuat artikel mandiri dari setiap status, tentu saja selama kami tidak malas menulisūüėÄ

Selain  itu, sebagian besar status di sini sudah kami sunting, baik dikembangkan maupun disusutkan, sehingga boleh jadi tidak sama lagi dengan status sebelumnya.

#01

Kopi dengan tradisi spiritualitas sangatlah akrab. Ketika mengetahui kambingnya menari-nari ria, Kaldi menemui pemuka agama menceritakan gelagat kambingnya. Pemuka agama tersebut pada kemudian hari menelusuri dan mengonsumsi apa yang ditemukannya. Pada saat itu, mengikuti jejak kambing Kaldi, pemuka agama tersebut menari-nari ekstase di biara.

#02

Tidak hanya pemuka agama tersebut, kopi disangrai pertama kali, berdasarkan telaah termutakhir, oleh Mursyid dari Tarikat al-Syadziliyyah. Sampai sini, ia menunjukkan bahwa kopi dengan tradisi spiritualitas atau gnostik sangatlah karib dalam ikatan historisnya. Tidak menutup kemungkinan Dua Guru Agung, yaitu Ibn Arabi dan Meister Eckhart mengonsumsi kopi.

#03

Selanjutnya, kopi sangat akrab menemani geliat kehidupan malam para pelantun Ilahi. Membuat keterjagaan mereka pada malam hari semakin energik. Kopi telah menopang resonansi gempita lelantunan puja-puji malam hari.

#04

Kalangan yang pada masa itu disebut sebagai Bangsa Arablah yang mulai menjadikan kopi sebagai komoditas. Sebagai pihak yang memelopori komoditas kopi, tak ayal kopi sangat akrab di tengah kehidupan bangsa Arab. Saking akrabnya, dan pada saat yang sama¬†khamr, anggur misalnya, dilarang, maka kopi menjadi substitusi anggur. Disebut-sebutlah kopi sebagai “Anggurnya Bangsa Arab” atau “Anggurnya Orang Islam”.

#05

Pada masa Abad Pertengahan, identifikasi kultural sedemikian rigorus, sehingga kopi dinisbahkan sebagai kultural khas. Oleh karena itu, di bagian luar Arab, yakni Eropa, sebagian pemuka mengidentifikasikan kopi dengan keislaman atau identitas kearaban. Maka, muncullah pelarangan untuk mengonsumsi kopi. Secara historis, tentu saja itu merupakan sikap sosio-politis dalam hal pembedaan akan subjektivikasi identitas.

#06

Untunglah, salah satu Paus terkemuka mencabut pelarangan itu. Pada akhirnya, Bangsa Eropa bebas mengonsumsi kopi. Dan, itu sekali lagi memperlihatkan bagaimana irisan kalangan agamawan dalam penyebaran kopi.

#07

Sejak awal kopi adalah politis. Monopoli komoditas kopi oleh kalangan Arab pada masa itu melibatkan pihak kekuasaan tidak tanggung-tanggung. Oleh karena itu, bisa dipahami mengapa pihak Belanda berusaha keras menyelundupkan biji kopi untuk ditanam. Terlepas dimensi kolonialisme yang melatarinya, pihak Belanda berhasl menyelundupkan biji kopi untuk ditanam di luar kekuasaan bangsa Arab pada saat itu, salah satunya adalah di Pulau Jawa.

#08

Kedai kopi, yang dalam bahasa Inggris adalah coffee shop, atau dalam bahasa peranakan melayu adalah Kopi Tiam, pertama kali didirikan di Turki, pertama kali dalam artian komoditas. Menariknya, kedai kopi pada masa itu malah menjadi penopang aktivitas militer, dalam hal ini Janissary. Baru pada kemudian harilah kedai kopi yang benar-benar publik mulai muncul bak cendawan pada musim hujan.

#09

Karena kedai kopi pertama kali muncul di Turki, tidak heran jika metode penyeduhan paling purba dalam kopi disebut sebagai Turkish Coffee.

Kelak, dari Turki itulah geliat kopi menembus jantung Eropa melalui Wina. Tentu saja ketika itu Turkish Coffee yang menjadi sajian utama.

#10

Dari Wina, maka kopi menjalar ke mana-mana, ke antero Eropa. Karena perbedaan kultural, maka kopi di Wina mulai dinikmati dengan susu sapi, dan besar kemungkinan pengaruh identitas politis sedikit banyak berperan.

#11

Menurut sebagian besar catatan, Indonesia merupakan negeri pertama di luar Arab dan Afrika yang membudidayakan kopi secara sukses. Sebagian catatan lain menyebutkan bahwa di Eropa sudah ada sebelum kopi dibudidayakan di Indonesia. Terlepas dari perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan sejarawan, tradisi minum kopi sudah cukup tua di Indonesia, terutama di kawasan Asia.

#12

Kopi yang diracik dengan susu sapi tidaklah dimulai di Italia, melainkan di Wina.

#13

Kedai Kopi di Inggris pada Abad Pertengahan, juga Abad Pencerahan, sama artinya dengan aktivitas politik. Pada masa itu, di mana patriarkalitas hal lumrah, dan perempuan dianggap tidak berpolitik, maka para lelaki ketika di rumah tidak membicarakan politik. Dan, pada masa itu, nalar ruang publik belum seperti sekarang.

#14

Kedai Kopi mejadi salah alternatif di Inggris dalam melakukan jejaring sosial. Kalangan lelaki yang sebelumnya tidak memiliki tempat untuk membahas dimensi politik Kerajaan Inggris, akhirnya menemukan momentum setelah keberadaan kedai kopi muncul.

#15

Karena kedai kopi di Inggris menjadi pertukaran sosialitas, maka mulailah suara-suara sumbang akan kerajaan mencuat ke permukaan sedemikian rupa, yang berujung pada pelarangan berkumpul di kedai kopi, bahkan pada pembukaan kedai kopi.

#16

Seperti pada masa Orde Baru, di mana lelaki gondrong merupakan hal subversif, di Inggris kedai kopi adalah subversif.

#17

Jadi, sedari awal kedai kopi penuh dengan muatan politis, selain keberagamaan.

#18

Kafe adalah serupa dengan kopi atau al-qahwah. Di Indonesia terjadi oxymoron akan pemaknaan katakafe. Di sini ada kafe, dan itu cukup banyak, yang tidak menjual kopi sama sekali.

#19

Di Indonesia kafe dibedakan dengan warkop, padahal  sama. Dan itu tidak hanya terjadi di benak pengusaha kecil, seperti Warkop & Burjo, tapi juga pengusaha besar yang memiliki akses teks lebih baik.

#20

Di Jakarta ada daerah bernama Pondok Kopi. Itulah tempat pertama kali kopi dibudidayakan di Indonesia. Dan, budidaya kopi di Indonesia pertama kali dilakukan dengan cara tanam paksa.

#21

Karena budidaya kopi di Indonesia adalah kerja paksa, hasil studi kami menunjukkan bahwa kopi luwak tercetus gara-gara para petani tidak mampu membeli biji kopi. Karena melihat biji kopi di tahi luwak masih utuh, maka para petani yang tidak mampu membeli hasil kerjanya itu, mulai memungut biji kopi tersebut untuk dikonsumsi.

#22

Berkebalikan dengan latar historis dan sosialnya, pada masa sekarang Kopi Luwak diidentikkan dengan kemewahan. Padahal di awal, Kopi Luwak merupakan simbol keterjajahan. Itu mirp seperti fenomena Karl Marx yang mengkritik kapitalisme habis-habisan pada zamannya, pada masa sekarang pihak kapitalis malah menjadikan Karl Marx sebagai gimmick mereka.

#23

Religion is the sigh of the oppressed creature, the heart of a heartless world, and the soul of soulless conditions. It is the opium of the people. (Karl Marx, Contribution to Critique of Hegel’s Philosophy of Right, 1843)

Coffee is the sigh of the oppressed creature, the heart of a heartless world, and the soul of soulless conditions. It is the opium of the people.(Philocoffee Project, Status Facebook, 19 Mei 2011)

#24

O Coffee! Thou dost dispel all care, thou are the object of desire to the scholar. This is the beverage of the friends of God.

‚ÄĒIn Praise of Coffee, Puisi Bangsa Arab (1511)

#25

‚Äé[Why do our men] trifle away their time, scald their Chops, and spend their Money, all for a little base, black, thick, nasty bitter stinking, nauseous Puddle water?

‚ÄĒWomen‚Äôs Petition Against Coffee (1674)

#26

Coffee makes us severe, and grave, and philosophical.

‚ÄĒJonathan Swift, 1722

#27

Kopi disebut pertama kali dalam teks oleh Abu Bakr al-Razi, salah satu ilmuan sekaligus Dokter Termasyhur selain Ibn Sina.

Ibn Sina yang disebut sebagai Pangeran Para Dokter juga menyebutkan kopi dalam teks medisnya. Tetapi, pada dua teks tersebut kopi disebut dalam konteks keilmuan medis dan botani bukan penyeduhan.

#28

Berdasarkan data termutakhir, kopi pertama kali disangrai kira-kira pada Abad 15 M. Sebelum itu, kopi dinikmati tidak diseduh sebagaimana sekarang. Dan, kopi oleh sebagian besar orang Etiopia dianggap sebagai salah seremonial atau tradisi keupacaraan.

#29

Kopi atau coffee diturunkan dari kata Arab, al-Qahwah, yang berarti anggur.

Itu pendapat sebagian besar ahli sejarah.

Sebagian kecil ahli lain, mengatakan bahwa al-Qahwah berasal dari nama kawasan di Etiopia, Kaffa.

Sebagian kecil lagi mengatakan al-Qahwah berasal dari kata al-Quwwah, yang berarti kuat.

Sebagian kecil lagi dari yang kecil mengatakan al-Qahwah berasal dari kata kafta.

#30

Khair-Beg, Gubernur Muda Makkah, pada 1511 M melarang pendirian kedai kopi. Itu terjadi gara-gara di kedai kopilah bermunculan nada-nada kritis dan satir akan dirinya.

#31

Kopi menjadi komoditas ekspor terpenting ketika pada 1536 Imperium Ottoman berhasil menduduki Yaman. Setelah Yaman jatuh ke tangan Imperium Ottoman, imperium tersebut menjadikan kopi sebagai komoditas ekspor utama.

#32

Selama ini narasi besar sejarah kopi menyebutkan bahwa pihak Belandalah yang pertama kali menyelundupkan bibit kopi ke luar daerah Arab.

Tapi, ada data lain yang menyebutkan bahwa seorang peziarah Haji bernama Baba Budanlah yang pertama kali menyelundupkan biji kopi keluar jazirah Arab. Baba Budan berhasil membudidayakan kopi di India selatan, di Pegunungan Mysore.

#33

Pada 1650-an kopi di jual di jalan-jalan Italia bersama, tentu saja, liquor. Di Venicelah kedai kopi dibuka pertama kali pada 1683. Kedai kopi tersebut menamakan minuman kopi dengan sebutan caffe. Jadi merupakan oxymoron jika kafe di Indonesia tidak menjual kopi, dan merupakan keangkuhan ahistoris atau tak berpangkal jika kafe di Indonesia tidak mau disinonimkan dengan kedai kopi atau warung kopi atau kopi tiam.

#34

Di Wina salah satu kafe generasi pertama yang buka bernama Blue Bottle. Blue Bottle didirikan oleh Georg Franz Kolschitzky. Kolschitzky ini merupakan orang pertama yang mengenalkan brewing methoddi Wina dengan gaya Turki. Kolschitzky merupakan juru pesan Imperium Turki ketika hendak menginvasi Eropa. Itu terjadi pada 1683.

#35

Kolschitzky lama tinggal di Jazirah Arab. Oleh karena itu ketika Imperium Ottoman membutuhkan juru pesan, Kolschitzky mengajukan diri. Nah, bisa kita lihat, kopi juga, pada titik tertentu, disebarkan dengan pedang.

#36

Kopi dan Kedai Kopi pertama kali menyentuh tanah Jerman pada 1670-an. Baru pada 1721-lah kedai kopi menjamur di kota-kota Jerman. Pada masa itu, kedai kopi masih dikutati oleh kalangan atas Jerman.

#37

Apakah Anda pernah mendengar Coffee Cantata gubahan Bach? Tahukah Anda inspirasi itu datang dari mana?

Well, itu datang dari seorang anak yang merajuk kepada ayahnya. Bagaimana anak itu merajuk? Dan, apakah ia itu anak Bach?

#38

Ini rajukan sang anak kepada ayah yang menginspirasikan Bach menggubah Coffee Cantata:

Dear father, do not be so strict! If I can‚Äôt have my little demi-tasse of coffee three times a day, I‚Äôm just like a dried up piece of roast goat! Ah! How sweet coffee tastes! Lovelier than a thousand kisses, sweeter far than muscatel wine! I must have my coffee, and if anyone wishes to please me, let him present me with‚ÄĒcoffee!

#39

Jacob, atau Yakub, seorang Yahudi Libanon, membuka kedai kopi pertama kali di Inggris, tepatnya di Universitas Oxford. Itu terjadi pada penghujung 1650. Dua tahun kemudian, di London, kedai kopi dibuka oleh Pasqua Rosee.

#40

Pernahkah Anda mendengar istilah “penny universities”?

Pada 1700, di London, beberapa hikayat menyebutkan bahwa terdapat 2000 lebih kedai kopi. Di kedai kopi tersebut, hanya dengan membayar 1 penny, orang-orang berkumpul sambil duduk berjam-jam mendengarkan pelbagai perbincangan menarik: mulai dari kedokteran hingga perdagangan. Itulah mengapa disebut dengan “penny universities”.

Nah, segitu dulu yah, nanti disambung lagiūüėÄ


3 thoughts on “Sejarah Kopi Sangat Singkat (Bagian I)

  1. Pingback: Sejarah Kopi Sangat Singkat (Bagian I) | Adityo Wicaksono

  2. Katanya panjang sekali dan membuat pilu sejarah ketika penanaman kopi di masa penjajahan Belanda. Namun jasa perjuangan mereka telah mengharumkan nama kopi Indonesia yang semerbak ke seantero jagad.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s