Home Coffee Roasting adalah Berkah

Sejak beberapa hari lalu, akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan Earthenware Coffee Roasting yang tergeletak begitu saja, belum kami buka dari kemasan, sejak ia tiba dari Jepang. Akhirnya kami tak tahan untuk mengelak dari godaan mencoba barang tersebut.

Penyangraian kopi pada dasarnya merupakan proses pengubahan kimiawi dan fisikalitas dari properti kopi, dalam hal ini adalah aroma, acids, dan berbagai perisa yang ada di kopi. Tujuan penyangraian apalagi jika bukan untuk menghadirkan karakter cita rasa kopi sesuai yang kita inginkan, baik itu untuk memunculkan, menyeimbangkan, bahkan meningkatkan perisa, kesepatan (accidity), jejak rasa (aftertaste), aroma, tekstur rasa di mulut (body). Kopi beras atau green bean dengan kopi yang sudah tersangrai memiliki komponen acids, protein, kafein, dll., yang sama.

Profil sangraian kopi menghasilkan karakter kopi yang spesifik. Sederhananya, semakin cerah warna sangrai, dalam hal ini tolok ukurnya sejak bunyi rekahan pertama (first crack), maka karakter yang muncul dari kopi belum begitu kaya, tapi tetap menonjol atau signifikan; pada warna profil sangraian yang mulai agak-agak kegelapan, karakter-karakter yang ada di kopi bermunculan dengan intensitas kuat; semakin gelap seperti jelaga, maka karakter kopi malah memudar selain rasa pahit dan gosong serta body yang begitu kuat.

Nah, karena alasan itu juga sebenarnya, proses cupping akan menjadi muspra untuk dijadikan rujukan cita rasa suatu kopi tertentu jika profil warna sangaraian atau agtronnya dikesampingkan begitu saja. Oleh karena itu, pengalaman dan bekal pengetahuan akan penyangrain kopi merupakan suatu hal mendasar dalam menggali kekayaan karakter pada kopi. Sayangnya, alat atau mesin sangrai cukup besar biayanya, meski sekarang sedang berkembang tren mikrosangrai (micro-roasting), tetap tidak semua mampu mengaksesnya, ditambah dengan daya serap watt yang besar sekali.

Earthenware Coffee Roasting ini bagi kami seperti doa yang terjawab, dalam konteks pintu masuk atau langkah awal dalam pengenalan dunia sangrai kopi tentu saja. Melalui alat ini, kami bisa menyangrai kopi dalam skala kecil, untuk beberapa gelas saja, dan tanpa listrik sehingga tidak ada kecemasan naik-turun akan tegangan listirik yang sedikit banyak bisa memengaruhi profil sangrai menjadi tidak merata.

Sebagaimana suatu keprigelan, proses menyangrai, baik itu dengan menggunakan alat yang kompleks maupun sederhana sekali seperti Earthenware ini, tetap saja membutuhkan ketelatenan dan keterlatihan. Di awal, kami sempat menggosongkan kopi beras lantaran kami memulainya dengan besaran api yang tinggi dan kami juga masih meraba bagaimana mengoyang ke kanan-kiri alat tersebut agar panas berhasil menyelimuti kopi beras dengan sempurna.

Kami merasakan ekstase tersendiri ketika kami melihat kopi beras tersebut mulai berubah kadar warnanya, mulai dari kuning pucat sampai jelaga. Selain itu, aroma rumput kering kadang rumput terbakar atau bau yang muncul pada proses penyangraian pada umumnya, mulai menusuk-nusuk hidung kami. Kami menjadi sumringah menyambut tusukan tersebut.

Kurang lebih 2 menit kemudian, kami mendengar bebunyian seperti patahan ranting kering, first crack. Mendadak hilang semua rasa pegal yang diakibatkan memegang dan menggoyang-goyangkan Earthenware di atas kompor begitu bebunyian mirip patahan-patahan ranting kecil itu semakin massif. Asap pun mulai menyelimuti ruangan, dan harum dari asap bandel tak terkira, menyeruak ke mana-mana, sampai-sampai tetangga datang menghampiri untuk mengecek mengingat harumnya memang menggoda rasa ingin tahu.

Satu menit kemudian, kami hentikan proses menyangrai ketika kami menangkap agtron warna yang kami inginkan, terlepas benar atau tidak identifikasi mata kami akan agtron yang kami hendak sasar. Mulailah proses pendinginan.

Ketika melakukan pendinginan biji kopi tersangrai tersebut, kami merasakan bahwa kami diberkati sekarang.

19.06.2011.

 

18 thoughts on “Home Coffee Roasting adalah Berkah

  1. wah menarik ya alatnya mas.. emang si experience pertama roasting coffee itu gimanaa gitu🙂

    saya coba roasting pertama kali kemarin pas main ke perth.. sapa tau philo mau cobain.. pake popcorn roaster bekas.. budget 20 dollar😀 pertama roast yirgracheffe.. trus PNG n some harrar.. ya good experience. nanti klo main sana lagi baru roasting lagi.

    kemarin main ke metro liat ada princess popcorn roaster.. sekitar 600rb kaenya bisa di cobain tuh…

    Like

    • Halo Pak,

      Iya, Pak, alatnya lucu, dan bisa dibawa ke mana-mana jika kita sedang dalam perjalanan.
      Memang, kami begitu mendengar krak pertama, langsung girang🙂

      Kami pernah mengikuti SweetMaria akan rekomendasi Kang Tom akan mesin popcorn itu. Di eBay memang 20 dolar, tapi ongkos kirimnya lumayan besar, dan terutama soal voltase sih Pak yang agak merepotkan, bukan di ongkos kirim.

      Kami awalnya sebelum memakai alat tembikar ini, melirik mesin popcorn ini, cuma terganjal di soal voltase.

      Saya cek ah mesin princess yang Bapak maksud. Jika hot air juga, kami akan coba beli. Terima kasih ya atas informasinya.

      Like

  2. 20 dollar dulu sih nemu yg jual dari gumtree, kebetulan deket rumah ada yg jual breville crazy popper. works pretty well terutama kalo winter pas saya coba itu bisa sampai 6-8menit untuk 1st crack and 2nd crack around 10-12mins. model popcorn roaster ini sangat tergantung ambient temprature / tempratur ruangan. semakin panas ya semakin cepet.. saya rasa si kalo di indonesia bisa cuman 4-6 menit udah 2nd crack.

    voltase sih kalo barang dari australia nggak masalah karena di sana rated 240v, kalo dari USA yg baru 110v. colokan aja perlu adaptor gampang di cari itu.

    coba aja liat yg princess. saya si sekilas liat mustinya bisa di pakai, hot air juga ada ventilasi di bagian samping bawah seperti breville yg saya pake. sayang breville saya nggak saya bawa balik, kalo bawa sih udah saya pinjemin.

    Like

  3. Wah, asyik juga yah untuk akses alat di sana😀
    O iya, baru ngeh kalo dari Australia voltasenya tidak menjadi halangan

    Iya, Pak, nanti kamu mau cek juga yang Princes kalo hot air. Wah sayang yang breville ndak di bawah yah😀

    Sekarang berarti kalo nyangrai kopi praktis tidak di Indonesia dong Pak?

    Like

  4. ya di aussie communitas tukang gila ngopi nya banyak.. terutama ngumpul online nya di coffeesnobs.com.au banyak sekali info di sana kalo mau baca”. dari home roasting pake popper sampai yg mesin roasting yg lebih berkelas🙂

    iya sekarang si no roasting di indo. ya lagi sibuk juga sama kerjaan. jadi nanti lah kalo september main kesana baru coba belajar roasting lagi.

    pretty sure yg princess bisa. cuman ya kuat apa tidak itu yg jadi pertanyaan. kalau terlalu panas juga dia bisa ada sistem cutoff nya, mungkin biar tidak terbakar mesin nya. ya dengan harga di sekitar 600-700rb sih ngga terlalu mahal untuk mencoba experience roasting your own coffee

    Like

  5. Kadang kami suka baca di coffeesnobs🙂 Memang banyak sekali informasinya di sana, saking banyaknya itu juga membuat kami bingung kadang mau baca yang mana dulu😀

    Wah, kalo September ke sana, nitip kopi boleh tidak Pak😀

    Iya, Pak, ini dengan kisaran segitu, cukup terjangkau, apalagi pengalaman nyangrai kopi pertama kali itu pasti masih berkesan sekali😀

    Note: Kalau di Australia, biasanya main kopinya di mana, Pak?

    Like

  6. ya memang banyak sekali info di situ.. ya kalo lagi pengen baca apa di search aja🙂

    boleh aja.. kabar”in aja mau di beliin apa kalo kita ada space ya tinggal di bawain pulang hehe. mau green bean / roasted? saya si tinggal di perth, jadi lebih mudah kalo yang dari local roasters / supplier. coba liat ke fivesenses.com.au itu sala satu roaster jagoannya perth.

    yep.. berkesan banget🙂 can’t wait to roast again.. klo lagi ngga sibuk itu princess udah ta beli and buat main deh hehe

    Like

  7. Pingback: Coffee Cupping di Bandung « philocoffeeproject

  8. Pingback: 33 Cups of Coffee: Sebuah Perekam Esktase Kopi « philocoffeeproject

  9. Wah tulisannya menarik. Di mana bisa mendapat alat itu. Justru saya mencari alat roasting yang konsumsi listriknya kecil, jumlah yang diroast juga tidak banyak dan tentunya harganya juga yang minim. Boleh tahu, saya bisa dapatkan di mana? Trims

    Like

  10. Pingback: Menyoal Roasting dalam Kopi (Seri KKK, Vol. I) « Philocoffee Project

  11. Pingback: Anomali Coffee, Kemang « Philocoffee Project

  12. Pingback: Blumchen Coffee « Philocoffee Project

  13. Pingback: Ngeroasting Yuk: Memberdayakan Hot Air Popcorn Popper « Philocoffee Project

  14. Pingback: Pengalaman Sufistik dengan Earthenware | Cikopi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s